<$BlogRSDUrl$>

Thursday, October 23, 2003


DIARY BORONGAN

18 Oktober 2003

BUKU

Apalah jadinya jika dunia ini tanpa buku, mungkin Al Quran masih kita baca dalam lembaran-lembaran daun lontar yang terpisah-pisah atau kulit binatang yang sudah dikeringkan.

Buku adalah symbol kedigdayaan ilmu. Sejak zaman Tsai`lun manusia mulai rajin membuat kertas dan semenjak zaman Gutenberg, terjadi sebuah revolusi yang sangat menakjubkan di bidang ilmu pengetahuan. Mesin cetak telah ditemukan! Manusia memandang dengan terpesona padahal mereka sendiri yang telah menciptakan karya-karya itu. Buku pun melahirkan buku pula dan pengetahuan manusia semakin berkembang.

 


19 Oktober 2003


REVOLUSI INDUSTRI


kemajuan di bidang ilmu dengan sendirinya mempunyai berbagai dampak dan dampak yang terjadi semakin menguatkan bukti sejauh mana kerugian yang diderita oleh dunia karena kemunduran umat Islam. Seandainya umat Islam mampu melahirkan kemajuan dibidang sains ? yang pernah terealisasi di berbagai Negara Islam dimasa kejayaannya dulu ? dan mampu mengembangkan metodologi eksperimental, maka dimana-mana akan terjadi revolusi industri.


Tidak diragukan lagi bahwa secara alamiah tempat tersebut akan terjadi pada dunia Islam. Revolusi industri merupakan implementasi teknologi sebagai produk kemajuan sains. Oleh karena itu, bangsa yang menguasai kemajuan sains adalah yang berhasil menemukan peralatan teknologi. Dengan demikian, dialah yang memulai revolusi industri.


Seandainya gerakan industrialisasi modern muncul di dunia Islam, tentu berbagai wajah kehidupan yang muncul akan berwarna lain ? berbeda dengan yang terjadi di Eropa yang secular. Dengan begitu, wajah dunia yang pertama kali muncul juga akan berbeda dengan apa yang ada dalam gerakan industrialisasi Eropa. Yakni tidak berlandaskan paradigma riba (materialism), dan tidak ada toleransi terhadapnya.


ISLAM DIPENTAS SEJARAH

Duhai pena
Menarilah dengan lihai nan gemulai
Beri aku kekayaan kata-kata


Ketika kita membaca sejarah perjalanan agama ini, maka akan kita temukan sebuah suasana yang akrab dengan gairah keilmuwan: buku, diskusi, penelitian, pemikiran dan nasihat ulama shalihin. Sungguh menakjubkan, setiap rumah diisi dengan kegiatan-kegiatan semacam ini. Perpustakaan menyediakan bahan bacaan yang bermutu, penerjemahan literature-literatur begitu sangat mencolok. Jumlah bukunya mencapai angka jutaan! Fantastis.

Dari sanalah peradaban qurani ini terus berkembang ke seantero jagat raya. Sebuah peradaban yang didorong oleh tuntunan Quran suci dan Sunnah Nabi Saw. hasil perenungan, pemikiran yang mendalam dan observasi yang berserakan. Masyarakat dengan leluasa memilih buku apa saja yang mereka kehendaki.

Dalam kurun yang panjang itu, berapa buku yang telah ditulis? Berapa orang yang telah digembleng olehnya? Siapa saja penulis-penulisnya? Hmm, bisakah kita menjawab mengenai jumlahnya itu?

Mereka besar karena banyak membaca. Gerak-gerik mereka didasari ilmu yang melimpah. Tempaan itu membuat jiwa semakin matang bersinar. Berapa buku yang telah aku baca? Seberapa cepat aku membaca? Seberapa tekun aku membaca? Seberapa ?gilakah? aku ?mengunyahnya??

Aliran pencerahan itu masuk ke dalam relung-relung kesadaran kita. Membaca dan menulis membuat kita mengenal siapa diri kita. Ilmu mendorong kita menulis, ilmu mendorong kita beramal, ilmu mendorong kita bersikap lebih dewasa.

Ketika membaca telah menyatu dalam diri kita, kita akan melihat bahwa ilmu sudah menjadi kebutuhan. Laparnya aku dan engkau sehari saja tidak melahap manisnya ilmu. Ingatlah teman, kebutuhan kita akan ilmu melebihi kebutuhan kita akan makan dan minum. Kebutuhan akan ilmu seperti layaknya kita menghirup udara segar di alam ini.


DIARY BORONGAN TANGGAL 17 OKTOBER 03

GERAKAN TARBIYAH

Dr. Ali Abdul Halim Mahmud, mantan Syaikhul Azhar, dalam kitabnya perangkat-perangkat Tarbiyah Ikhwanul Muslimin mendefinisikan kegiatan tarbiyah sebagai ?Cara ideal berinteraksi dengan fitrah manusia. Baik secara langsung melalui kata-kata maupun secara tidak langsung melalui keteladanan sesuai dengan manhaj (system) dan wasail (perangkat) untuk perubahan diri menuju kondisi yang lebih baik. Berdasarkan pengertian tersebut, maka inti gerakan tarbiyah terletak pada ?cara ideal dalam berinteraksi?. (sabili No. 3 Th. 1 Agustus 2001). Yang dimaksud ideal disini adalah mencontoh akhlak Rasul. Oleh karena itu, pihak utama dan pertama yang menentukan sukses gagalnya kegiatan tarbiyah adalah pengelola tarbiyah, atau sang murobbi (pendidik).


Gerakan Keteladanan


Di era reformasi ini, keteladanan merupakan suatu hal yang langka. Antara ucapan dan perbuatan tidak selaras. Saat ini adalah saat yang tepat untuk gerakan tarbiyah menjadi teladan dalam setiap aktivitasnya, amal fardhiy (individu) dan amal jama?i (Jamaah). Guru-guru tarbiyah adalah guru-guru terbaik, karena mereka mengikuti sunnah Rasul Saw dalam hal keikhlasan, kesabaran dan kecerdasan. Tidak heran jika ditempat asalnya (Mesir), gerakan tarbiyah menjadi teladan. Asosiasi-asosiasi profesi seperti Asosiasi Pengacara, dokter, insinyur, wartawan, dsb. diisi oleh kader-kader Tarbiyah. Begitupun ditempat lain seperti Sudan, AlJazair, Yaman, Kuwait, Qatar sampai Indonesia. Instansi-instansi pemerintah non-departemen seperti BPPT, PT DI, BATAN, LAPAN dan perguruan tinggi konon banyak dihuni oleh kader tarbiyah. Di dalam fiqh dakwah hal ini sering disebut sebagai mihwar muassasi yang berarti melibatkan seluruh aktifis dakwah dalam berbagai bidang kehidupan. Jika gerakan mihwar muassasi ini berhasil, kelak akan terjadi revolusi putih besar-besaran, sebuah revolusi tanpa darah. Kelak Jendral adalah seorang aktivis dakwah, ilmuwan seorang aktivis dakwah, wartawan adalah aktivis dakwah hingga tukang becak adalah aktivis dakwah.


SANG PENCERAH ZAMAN



1. Imam Hasan Al Banna


Saya telah mengenalnya ketika saya duduk di bangku SLTP. Pada waktu itu, saya membaca sebuah buku yang dikarang olehnya, ?10 wasiat Imam Hasan Al Banna?. Secara bertahap, saya mulai mengenalnya. Di perpustakaan saya membaca buku ?Al Ikhwan Al Muslimun? karya Prof. Ishaq Musa Al Husain, ?Pembunuhan Hasan Al Banna? karya Muta?al Abdul Jabbar, dan ?Tokoh zaman baru Islam? karya Dr. Ali rahmena dan saya membeli sebuah buku ?memoar hasan al banna?. Buku yang terakhir merupakan gambaran dirinya pribadi yang begitu jelas. Semakin dalam saya mempelajari kehidupannya semakin saya mengaguminya. Saya tidak hanya membaca sebatas itu, saya pun mencari artikel-artikel atau petikan-petikan nasihatnya dari majalah, Koran atau buku yang lain. Adakalanya timbul rasa haru ketika menyaksikan akhlaknya yang menawan serta diperlihatkan juga oleh akhlak para kader binaannya. Tidak heran tokoh kemanusiaan ini menjadi musuh isme-isme sesat dunia. Kesyahidannya dirayakan di Amerika Serikat dan karena hal itulah membuat Sayyid Quthb heran dan dari sanalah mulai tumbuh perubahan revolusioner pada dirinya: ?Siapakah Hasan Al Banna? Mengapa Hasan Al Banna begitu dibenci? Ada apa pada diri Hasan Al banna??


2. Dr. Muhammad Al Ghazali


Beliau adalah salah satu generasi awal (assabiqunal awwalun) gerakan Ikhwanul Muslimin. Salah seorang anggota nizham khas (sekumpulan pemuda yang ditempa langsung oleh Imam Hasan Al Banna). Profesor di banyak perguruan tinggi Timur tengah dan mantan wakil Menteri Wakaf (kalau di Indonesia menteri agama). Karena kata-katanya yang ?pedas? mengkritik pemerintah otoriter, beliau Keluar masuk penjara hingga terpaksa berhijrah ke Madinah Al Munawarah. Pemikirannya tampak begitu jernih. Saya kagum dengan kreativitasnya dalam menulis, contoh yang sangat baik dalam menulis dengan emosi. Dalam banyak tulisannya terlihat dengan jelas ke-aku-annya: aku merasa?, aku sedih?, aku melihat?, aku marah dsb. Hal ini bisa dilihat dalam buku-bukunya: akhlak muslim, menghidupkan kembali ajaran ruhani Islam, Al Ghazali menjawab, keprihatinan seorang juru dakwah, studi kritis atas hadits nabi, salah persepsi terhadap Islam, berdialog dengan Al Quran, fiqh shirah, dsb. di dalam karyanya terdapat banyak ilmu, mulai dari dakwah, fiqh, hadits, tafsir, hingga psikologi (sebagai contoh bukunya: Jadid Hayatak/perbaharuilah hidupmu). Bahkan salah satu karyanya dijadikan rujukan seorang ahli ilmu jiwa Amerika, Prof. Rain. Pada tahun 1996 lalu beliau berpulang ke rahmatullah. Allahummaghfirlahu warhamhu.



ISLAM DAN MODERNISME
Modernisme masyarakat Barat telah menceraiberaikan konsep keterpaduan Tuhan-Manusia-Alam. Hal ini terjadi karena kekacauan teks Bible dan adanya sistem kependetaan yang telah menjelma menjadi "Tuhan yang otoriter".

Apabila kita mempelajari sejarah awal terjadinya revolusi-revolusi besar di awal zaman pencerahan, maka kita akan mengetahu kejelasan dari sikap itu.

Hampir seluruh gambaran yang terlihat bernuansakan politik, tapi tentu saja sebuah ledakan intelektual tidak dapat terbendung lagi. Masyarakat Kristen hanya memiliki kemampuan menunda terjadinya ledakan itu dan sama sekali tidak memiliki kemampuan mencegah ledakan yang kelak akan memporak-porandakan pemikiran yang sebelumnya mapan.

Di dalam Islam, kepedulian umat mempelajari sains lebih disebabkan oleh adanya motivasi dari Kitab suci. Berawal dari sanalah kemudian umat mempelajari ilmu kesusasteraan, pemerintahan, administrasi, ekonomi hingga filsafat dan sains eksakta.

Menurut saya kemunduran kaum Muslimin dalam berbagai bidang lebih disebabkan oleh kemunduran politik an sich dan tidak lebih dari itu. Kemunduran politis dapat juga disebut kemunduran kekuasaan. Jika Islam kembali berkuasa, maka sains dan nilai-nilai agama akan berintegrasi membentuk tatanan yang seimbang dan manusiawi.

Apa yang saya sampaikan mungkin terlalu idealis, tetapi tanpa adanya idealisme umat tidak akan memiliki kemampuan untuk menciptakan kebaikan-kebaikan yang berkualitas. Ini bukan sebuah utopia tetapi sebuah sejarah yang telah membumi dan sebuah keniscayaan terulang kembali.

Apabila kita ingin melihat keterpaduan yang harmonis antara Tuhan-Manusia-Alam, maka kita harus hanya melihat sejarah Islam dan tidak berpaling pada sejarah yang lain.

test

Wednesday, October 22, 2003

test

Tuesday, May 13, 2003

kepalaku pusing banget hari ini, terlalu banyak nongkrong di depan komputer.

Monday, May 12, 2003

Keruntuhan Teori Evolusi Tentang Dinosaurus
Salah satu cerita yang begitu menarik perhatian kita saat ini adalah cerita tentang dinosaurus. Karena dinosaurus sudah musnah, maka data yang digunakan untuk membahas hanya melalui fosil-fosil saja. Kelihatannya dinosaurus dalam bentuk fosil, memiliki tubuh yang besar sekali dan tampak menakutkan, sehingga binatang-binatang fosil itu dinamakan sebagai 'Dinosaurus' oleh seorang Inggris, Richard Owen pada 1842. Kata itu kata komposisi yang berasal dari kata-kata Yunani, yaitu 'deinos' yang berarti 'menakutkan' dan 'sauros' yang berarti 'kadal', sehingga binatang itu berarti 'kadal raksasa' yang tergolong dalam jenis reptilia.

Walaupun telah terbukti secara ilmiah tentang keberadaan dinosaurus di atas permukaan bumi serta sampai berapa lama binatang tersebut melangsungkan kehidupannya di bumi, namun terdapat pendapat-pendapat yang berbeda-beda antara para ilmuwan.

Menurut deskripsi rekaman tentang dinosaurus dalam ensaklopedia Encarta yang dibuat Microsoft, dinosaurus adalah sejenis reptilia yang sudah musnah dan yang telah diam di bumi selama selang waktu antara 250 juta tahun sampai 65 juta tahun yang lalu. Perhitungan umur ini berdasarkan asumsi yang dikemukakan oleh teori evolusi.

Fosil dinosaurus ditemukan pertama kali oleh Dr. Gideon pada tahun 1822, dan kemudian pada tahun 1842 binatang fosil itu dinamakan 'dinosaurus' yang berarti kadal raksasa.

Pada akhir zaman abad ke-18, di sebuah lembah yang terletak di dekat Grand Canyon di Provinsi Arizona, sekelompok pengunjung serta Hubber yang memiliki jabatan kepala kehormatan Museum Ilmu Purbakala di Oakland menemukan lukisan di batu yang menunjukkan dinosaurus bersama dengan manusia. Selain hal tersebut di sungai Paluxi yang terletak di dekat Glen Rose di Texas, fosil jejak kaki dinosaurus ditemukan bersama-sama dengan fosil jejak kaki manusia. Di sini timbul pertanyaan, jika dinosaurus hidup di bumi pada masa antara 230 juta tahun yang lalu dan 65 juta tahun yang lalu seperti yang dikemukakan dalam teori evolusi, bagaimana manusia dapat menggambarkan lukisan dinosaurus yang belum pernah dia lihat dan bagaimana fosil jejak kaki dinosaurus itu dapat ditemukan bersama dengan fosil jejak kaki manusia dalam lapisan tanah yang lama? Karena itu perkiraan umur fosil yang diperhitungkan menurut evolusi tersebut sangat sulit dipercayai.

Memasuki akhir abad ke-20, ilmu pengetahuan tentang kehidupan berkembang secara luar biasa, sehingga penganalisaan jejak makhluk hidup yang hidup di bumi menjadi sesuatu yang biasa meski hal tersebut merupakan sesuatu yang lama sekalipun. Namun, cara pendekatannya sering didasarkan asumsi evolusi, sehingga analisanya pun sering tergantung pada asumsi teori evolusi. Meskipun pendekatannya dilakukan dengan cara demikian, hasil pembahasan atau analisa tentang jejak makhluk hidup di bumi pada masa yang lalu tersebut sering bertentangan secara langsung dengan suatu hasil analisa yang didapat melalui hipotesis evolusi.

Yang Pertama di antaranya adalah penemuan tulang dinosaurus yang belum menjadi fosil. Tyrannosaurus Rex disebut raja dinosaurus. Pada awal tahun 1992 sekelompok ilmuwan dari Universitas Provinsi Montana melaporkan adanya sebagian dari tulang kaki dalam dinosaurus tersebut yang belum menjadi fosil. [M. Morell. Science 261, pp. 160-162 (1993)]

Mary Schweitzer yang sedang belajar dalam program S3 pada waktu itu menemukan sel darah ketika membahas potongan-potongan tipis dari tulang dinosaurus melalui mikroskop. Jikalau benar perhitungan usia evolusi, maka tulang tersebut berumur paling tidak 650 juta tahun. Dalam usia yang begitu tua, bagaimana sel-sel darah itu masih terdapat di dalam tulang dinosaurus? Hal tersebut benar-benar membuktikan kesalahan asumsi teori evolusi yang mengatakan bahwa dinosaurus telah musnah dalam kurun waktu yang sekian juta tahun yang lalu. Sebaliknya laporan ini membuktikan bahwa dinosaurus punah dalam kurun waktu yang tidak begitu lama.


Yang kedua adalah bahwa 'heme containing compound' atau 'hemohlohin breakdown products 'yang sebenamya berada di dalam sel darah merah dikeluarkan dari tulang dinosaurus tersebut. [M. H. Schweitzer et al., Proc. Natl. Acad. Sci., USA 94, 6291-6296 (1997)].

Hemoglobin yang terdapat di dalam sel darah merah adalah pengantar oksigen di dalam hewan berdarah panas (warm-blooded), namun yang mengejutkan kita adalah bahwa bagaimana hemoglobin yang seharusnya berada di hewan berdarah panas terdapat di dalam tulang dinosaurus yang dianggap reptilia, yaitu hewan berdarah dingin. Dengan diketahuinya bahwa dinosaurus bertelor, evolusionis berpikir bahwa dinosaurus digolongkan ke dalam reptilia yang berdarah dingin.

Menurut teori evolusi, jenis reptilia mengalami proses evolusi, lain berubah menjadi jenis burung atau mamalia. Jikalau hal ini benar, maka hancurlah fondasi tentang asumsi evolusi yang mengatakan bahwa jenis dinosaums melalui evolusi berubah menjadi burung atau mamalia.

Yang ketiga adalah membandingkan gen yang diambil dari dinosaurus dengan jenis makhluk hidup lain. Evolusionis berpikir bahwa dinosaurus termasuk klasifikasi reptilia yang bertelor yang mengalami evolusi untuk menjadi burung menurut pohon system evolusi.

Pada tahun 1994, dilaporkan bahwa DNA dari tulang dinosaurus yang ditemukan di Provinsi Utah dapat diambil dengan teknik amplikasi DNA (DNA amplification technique). [S. R. Woodward et al., Science 266, pp 1229-1232 (1994)]

Hasil analisa susunan struktur DNA (Mitochondrial Cytochrome b) menunjukkan kemiripan dengan mamalia daripada burung atau reptilia dari segi homology. Kadang-kadang hasil itu menunjukkan kebersamaan dengan apa yang dimiliki manusia sampai kadar 88%. Dari hasil analisa tersebut, kelompok ilmuwan yang menyertai Hedges & Schweitzer mengklaim bahwa gen manusia terkontaminasi saat percobaan amplikasi DNA dinosaurus itu dilakukan. Namun, karena percobaan dilakukan secara independen oleh tim penelitian lain, misalnya tire Henikoff dan tim Allard, mengemukakan juga bahwa dinosaurus lebih dekat pada mamalia daripada burung, [S.B. Hedges et al., Science 268, p. 1191 (1995), S. Henikoff Science 268, p.1192 (1995), M. W. Allard et al., Science 268, p. 1192 (1995)] maka begitu diragukan kebenaran ilmiah dari asumsi teori evolusi yang mengatakan bahwa dinosaurus terklasifikasikan untuk menuju ke jenis burung dalam pohon sistem evolusi.

Walaupun beberapa laporan mengemukakan secara ilmiah seperti diatas, namun para evolusionis mempertahankan keyakinannya tentang masa keberadaan dinosaurus, yakni berada dalam kurun waktu antara 230 juta tahun yang lalu dan 65 juta tahun yang lalu, selain itu mereka tidak mau mempercayai fakta bahwa manusia berada bersama dengan dinosaurus pada masa yang sama. Mereka langsung membuat kesimpulan tentang hasil yang bertentangan dengan hipotesa teori evolusi dengan mengungkapkan bahwa DNA dinosaurus yang dipakai untuk percobaan terkontaminasikan oleh manusia.

Sebenarnya pemikiran bahwa susunan DNA dinosaurus menunjukkan kemiripan dengan burung berdasarkan asurnsi bahwa Archaeopteryx yang dianggap 'missing link' atau nenek-moyang burung sedang mengalami transisi dari reptilia ke burung. Asumsi tersebut salah sama sekali karena fosil-fosil burung biasa pun ditemukan di dalam lapisan tanah yang sama di mana Archaeopteryx muncul.

Sampai sekarang evolusionis masih mencari dinosaurus yang berbulu yang kemungkinan dapat menjembatani antara reptilia dan burung melalui dukungan jurnal 'National Geographic'.

Pada musim gugur tahun 1999, berita yang mungkin begitu menggembirakan para evolusionis dilaporkan. Yaitu, pada 15 Oktober 1999, 'National Geographic Society' menawarkan waktu wawancara kepada para wartawan di Washington D.C. Mereka melaporkan bahwa fosil dinosaurus yang berbulu ditemukan yang bernama 'Archaoeraptor Liaoningensis'. Laporan tersebut ditulis di dalam magazine 'National Geographic' untuk bulan 11, 1999 dengan judul 'Feathers for T.rex? New bird-like fossils are missing links in dinosaur evolution".

Menurut artikel itu, "Binatang yang ditemukan kelihatan badannya seperti ayam kalkun. Binatang ini adalah benar-benar 'missing link' yang menjembatani untai evolusi yang terhilang di antara dinosaurus evolution. Makhluk hidup fosil tersebut hidup di bumi pada waktu antara 140 juta tahun dan 120 juta tahun yang lalu."

Analisa demikian dan mekanisme bagi Archaoeraptor tersebut diberikan oleh Steven Czerkas yang bekerja di "The Dinosaur Museum (Monticello, Utah)" dan Xinh Xu yang bekerja di "The Institute of Vertebrate Paleontology (Beijing, China)" dengan dukungan 'National Geographic'. Laporan tersebut dikira benar secara ilmiah. Kesimpulan tentang jenis Dinosaurus sebagai yang berbulu dari pembahasan fosilnya, dilakukan oleh Philip J. Curie yang bekerja di 'The Royal Tyrell Museum of Palaentology (Drumhellern Alberta).

Dengan demikian begitu luar biasa kejutannya kepada umum dari laporan yang diberitakan oleh 'National Geographic Society'. Laporan tersebut ditayangkan secara langsung oleh media massa tanpa tafsiran apapun dan jurnal-jurnal yang menunjukkan foto fosil itu diterbitkan. Apa lagi sebuah studio radio di Kanada melakukan wawancara khusus dengan Philip Curie selama beberapa waktu.

Namun, tidak lama, mimpi evolusi yang masih hijau tersebut mulai hancur. Menjelang bulan Januari tahun 2000, kepalsuan tentang fosil Archaoeraptor terbongkar. Pertanyaan-pertanyaan yang sangat tajam dilemparkan oleh Storrs L. Olson yang bekerja di "Smithonian Institution" sebagai ketua bagian jenis burung. Pertanyaannya adalah bahwa sesuatu dari fosil tersebut disusun secara sengaja dan diambil dari binatang-binatang yang lebih dari satu. Akhirnya, fosil itu dibuktikan sebagai kepalsuan yang dimainkan oleh Xing Xu yang dengan sengaja menyatukan dua fosil yang berbeda, yaitu fosil dinosaurus dan fosil burung. Sehingga, sekarang ini ilmuwan yang terkenal, Philip J. Curie yang bekerja di "The Royal Tyrell Museum of Paleontology" merasa malu sekali. Oslon dari Smithonian Institution memberi tafsirannya tentang penipuan itu sebagai berikut: "Sebenarnya origin dinosaurus yang berbulu dan yang mempunyai dua kaki adalah sesuatu yang diciptakan melalui keyakinannya sendiri yang sebenarnya hanya merupakan prasangka saja yang dilakukan oleh para ilmuwan yang memaksakan orang lain untuk menerima idenya melalui Jurnal Nature" (salah satu jurnal sains yang memimpin ide evolusi) dan juga 'National Geographic Society' (salah satu asosiasi yang paling merangsang suasana kepercayaan evolusi kepada umum) agar orang lain mengikuti keyakinan mereka.

Peristiwa ini benar-benar menunjukkan betapa besar praduga para evolusionis tersebut. Begitu jelas betapa tidak masuk akal dan betapa tebalnya pakaian yang menutup pemikiran mereka dengan praduga tentang asumsi bahwa dinosaurus sebagai salah satu jenis reptilia yang muncul di dunia pada 230 juta tahun yang lalu dan hidup selama 140 juta tahun sampai dengan 65 juta tahun yang lalu. Sebenarnya pra-hipotesa tentang terjadinya proses evolusi secara dari reptilia ke burung dan perkiraan perhitungan umur tidak berdasarkan fakta ilmiah, hanya merupakan praduga saja. Walaupun sejak munculnya teori evolusi Darwin semua data tentang dinosaurus diceritakan seperti sesuatu yang membuktikan evolusi, namun hasil penelitian akhir-akhir ini yang dilakukan dalam bidang ilmu budaya dan masyarakat membuktikan bahwa hipotesis teori evolusi yang memerlukan banyak 'missing link' tidak masuk akal, sebaliknya hal tersebut mendukung apa yang tertulis dalam Al Qur'an mengenai penciptaan makhluk hidup, yaitu penciptaan makhluk hidup yang dilakukan dalam bentuk lengkap sejak awal.

Aku mulai seneng baca buku2 serius waktu duduk di bangku SMU. Sebelumnya sih, aku suka baca buku komik n' cerita silat macam kho ping hoo, wiro sableng, mahesa edan, mahesa kelud, break shoot, kungfu boy, street fighter, dll. Buku-buku itu mungkin sebagai langkah awal aku suka baca buku-buku yang lebih serius (?), biarpun akibatnya aku jadi suka mengkhayal yang ngga karuan, mikirin jadi inilah, jadi itulah rese banget. Kalau mau cepet pinter yah awalnya kamu baca buku2 yg bermanfaat tapi waktu di kunyahnya cepet ancur alias bisa langsung di cerna alias lagi ngga lama2 dicernanya. Emang ada buku2 kayak itu? Ya banyak lah apalagi di zaman sekarang, dimana penerbit buku pada bermunculan. Buku2 jadi gampang di dapetin atau paling tdk kamu bisa minjem di perpus. Saya ambil contoh satu saja dulu dan kamu kudu baca sampai selesai buku itu. Yaitu buku karyanya Harun Yahya, Deep thinking. OOh iya, kamu kan sukanya baca novel fiksi. Kalau gitu silahkan baca saja mulai novel2 dari maimon herawati sampai asma nadia. Kalau kamu dah namatin satu novel saja dlm sehari. Mk di otak kamu kemudian akan ada kejutan2 listrik bertegangan tinggi. Si isi pengen keluar, karena dah ngga betah kena setrum terus. Nah..saat itulah waktu yg tepat bagi kamu utk nulis. Abis baca nulis, abis nulis baca lagi, abis baca lagi nulis lagi. Otak ini ngga bakalan abis menampung memori yg cuman secuil itu, kelak ia akan menyeleksi mana yg bermanfaat utk diingat dan mana yg tdk. Yg bermanfaat di simpan dalam Hardisk yg ngga bawa manfaat akan segera di delete. Hmm, mata sudah ngajak tidur. Ngantuk dan melelahkan. see u next time.
Kemenangan Bizantium


Penggalan berita lain yang disampaikan Al Qur'an tentang peristiwa masa depan ditemukan dalam ayat pertama Surat Ar Ruum, yang merujuk pada Kekaisaran Bizantium, wilayah timur Kekaisaran Romawi. Dalam ayat-ayat ini, disebutkan bahwa Kekaisaran Bizantium telah mengalami kekalahan besar, tetapi akan segera memperoleh kemenangan.

"Alif, Lam, Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang)." (Al Qur'an, 30:1-4)

Ayat-ayat ini diturunkan kira-kira pada tahun 620 Masehi, hampir tujuh tahun setelah kekalahan hebat Bizantium Kristen di tangan bangsa Persia, ketika Bizantium kehilangan Yerusalem. Kemudian diriwayatkan dalam ayat ini bahwa Bizantium dalam waktu dekat menang. Padahal, Bizantium waktu itu telah menderita kekalahan sedemikian hebat hingga nampaknya mustahil baginya untuk mempertahankan keberadaannya sekalipun, apalagi merebut kemenangan kembali. Tidak hanya bangsa Persia, tapi juga bangsa Avar, Slavia, dan Lombard menjadi ancaman serius bagi Kekaisaran Bizantium. Bangsa Avar telah datang hingga mencapai dinding batas Konstantinopel. Kaisar Bizantium, Heraklius, telah memerintahkan agar emas dan perak yang ada di dalam gereja dilebur dan dijadikan uang untuk membiayai pasukan perang. Banyak gubernur memberontak melawan Kaisar Heraklius dan dan Kekaisaran tersebut berada pada titik keruntuhan. Mesopotamia, Cilicia, Syria, Palestina, Mesir dan Armenia, yang semula dikuasai oleh Bizantium, diserbu oleh bangsa Persia. (Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997, s. 287-299.)

Pendek kata, setiap orang menyangka Kekaisaran Bizantium akan runtuh. Tetapi tepat di saat seperti itu, ayat pertama Surat Ar Ruum diturunkan dan mengumumkan bahwa Bizantium akan mendapatkan kemenangan dalam beberapa+tahun lagi. Kemenangan ini tampak sedemikian mustahil sehingga kaum musyrikin Arab menjadikan ayat ini sebagai bahan cemoohan. Mereka berkeyakinan bahwa kemenangan yang diberitakan Al Qur'an takkan pernah menjadi kenyataan.

Sekitar tujuh tahun setelah diturunkannya ayat pertama Surat Ar Ruum tersebut, pada Desember 627 Masehi, perang penentu antara Kekaisaran Bizantium dan Persia terjadi di Nineveh. Dan kali ini, pasukan Bizantium secara mengejutkan mengalahkan pasukan Persia. Beberapa bulan kemudian, bangsa Persia harus membuat perjanjian dengan Bizantium, yang mewajibkan mereka untuk mengembalikan wilayah yang mereka ambil dari Bizantium. (Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997, s. 287-299.)

Akhirnya, "kemenangan bangsa Romawi" yang diumumkan oleh Allah dalam Al Qur'an, secara ajaib menjadi kenyataan.

Keajaiban lain yang diungkapkan dalam ayat ini adalah pengumuman tentang fakta geografis yang tak dapat ditemukan oleh seorangpun di masa itu.

Dalam ayat ketiga Surat Ar Ruum, diberitakan bahwa Romawi telah dikalahkan di daerah paling rendah di bumi ini. Ungkapan "Adnal Ardli" dalam bahasa Arab, diartikan sebagai "tempat yang dekat" dalam banyak terjemahan. Namun ini bukanlah makna harfiah dari kalimat tersebut, tetapi lebih berupa penafsiran atasnya. Kata "Adna" dalam bahasa Arab diambil dari kata "Dani", yang berarti "rendah" dan "Ardl" yang berarti "bumi". Karena itu, ungkapan "Adnal Ardli" berarti "tempat paling rendah di bumi".

Yang paling menarik, tahap-tahap penting dalam peperangan antara Kekaisaran Bizantium dan Persia, ketika Bizantium dikalahkan dan kehilangan Jerusalem, benar-benar terjadi di titik paling rendah di bumi. Wilayah yang dimaksudkan ini adalah cekungan Laut Mati, yang terletak di titik pertemuan wilayah yang dimiliki oleh Syria, Palestina, dan Jordania. "Laut Mati", terletak 395 meter di bawah permukaan laut, adalah daerah paling rendah di bumi.

Ini berarti bahwa Bizantium dikalahkan di bagian paling rendah di bumi, persis seperti dikemukakan dalam ayat ini.

Hal paling menarik dalam fakta ini adalah bahwa ketinggian Laut Mati hanya mampu diukur dengan teknik pengukuran modern. Sebelumnya, mustahil bagi siapapun untuk mengetahui bahwasannya ini adalah wilayah terendah di permukaan bumi. Namun, dalam Al Qur'an, daerah ini dinyatakan sebagai titik paling rendah di atas bumi. Demikianlah, ini memberikan bukti lagi bahwa Al Qur'an adalah wahyu Ilahi.

Sumber: Harun Yahya

This page is powered by Blogger. Isn't yours?